Facebook Akan Blokir Penyebar Konten Porno dengan Motif Balas Dendam

Redaksi : Iwan Surya Permana Sabtu, 8 April 2017 | 16:00 WIB
-
-

Fajarnews.com- Facebook akan melakukan langkah terbaru untuk mencegah penyebaran "revenge porn" dalam platform-nya. Revenge porn adalah konten porno yang disebarkan oleh seseorang untuk tujuan balas dendam.

Situs jejaring sosial itu akan mencegah pelaku untuk mengunggah atau berbagi foto-foto intim tanpa seizin mereka setelah foto-foto itu diidentifikasi dan dihapus.

Langkah ini tengah digulirkan di Facebook, Messenger dan Instagram dan para pegiat pun menyambut baik perkembangan ini. "Ini adalah sebuah langkah besar," kata Laura Higgins, pendiri organisasi Revenge Porn Helpline di Inggris.

"Saya cukup sering melihat foto-foto yang diunggah di media sosial sebagai bagian dari pertengkaran pribadi, misalnya seseorang mencoba menyasar orang-orang terdekat, dan orang-orang yang sekeliling mereka."

"Salah satu tantangan terbesar adalah mencegah orang-orang itu agar tak lagi mengunggah konten itu."

Langkah pertama

-
-

Facebook tidak memburu sendiri konten-konten porno bertujuan balas dendam itu, mereka mengandalkan para penggunanya lewat perangkat laporan atau report.

Komunitas tersebut akan membentuk tim operasi yang akan menentukan apakah unggahan tersebut memenuhi syarat, mempertimbangkan berbagai faktor seperti; apakah ada aktivitas seksual yang digambarkan, bagaimana pengaturannya dan apakah orang yang membuat pengaduan ditampilkan.

Jika foto-foto tersebut dianggap sebagai konten porno untuk tujuan balas dendam, maka foto itu akan dihapus dan mereka akan memblokir akun yang mengunggah foto.

Lalu piranti pencocokan foto akan dikeluarkan untuk memastikan setiap upaya lebih lanjut untuk menyebarkan foto yang diblokir tanpa bantuan operator manusia.

Teknik ini mirip dengan sistem yang sudah pernah digunakan Facebook dan jejaring sosial lainnya untuk mencegah penyebaran foto-foto pelecehan terhadap anak-anak.

"Kami terus membangun dan memperbaiki berbagai piranti yang kami tawarkan dan jelas bagi kami bahwa masalah ini terjadi di berbagai wilayah dan sangat merugikan," ujar Antigone Davis, yang mengepalai bagian keamanan global di Facebook kepada BBC.

"Ini merupakan langkah pertama dan kami akan mencoba membangun teknologi untuk melihat apakah kami bisa mencegah penyebaran pertama konten seperti itu."

Davis pun menambahkan bahwa Facebook kemungkinan akan melihat bagaimana mereka bisa mengatasi masalah yang sama di WhatsApp untuk masa yang akan datang.

Namun, penggunaan aplikasi enkripsi end-to-end mencegah Facebook untuk bisa melihat apa saja yang konten yang dikirimkan sesama pengguna.

Serangan yang Menghancurkan

-
-

Higgins mengatakan organisasinya telah menangani lebih dari 6.200 kasus penyebaran konten porno dengan tujuan balas dendam sejak tahun 2015 - angka yang disebutnya sebagai 'sekadar puncak gunung es.'

"Banyak klien kami menderita gangguan stres pascatrauma, perasaan ingin bunuh diri - bahkan mereka bisa kehilangan pekerjaan, pernikahan dan anak-anak," katanya.

"Ini benar-benar hal yang bisa menghancurkan kita."

Ia mengatakan bahwa situs-situs porno untuk tujuan balas dendam tetap menjadi masalah terbesar, namun ia berharap jejaring-jejaring media sosial lainnya mungkin bisa mengikuti langkah Facebook ini.

Sumber: BBC.com


Baca Juga

Komentar

Loading Komentar....