TAGS :

Puluhan Terapis di Cirebon Ikut Uji Kompetensi

Redaksi : Andriyana Jumat, 7 April 2017 | 22:45 WIB
DRI
Ketua LSP SPA Nasional, Anne Savitri (ketiga dari kanan depan) didampingi Yusuf Pontoh dari Kementerian Pariwisata (kedua dari kanan depan) dan juga didampingi tim asesor berfoto bersama para peserta usai pembukaan pelaksanaan uji kompetensi di Klinik Andaru SPA Cirebon, Kamis (6/4)

Fajarnews.com, CIREBON - Puluhan terapis dari berbagai klinik kecantikan dan SPA di wilayah Cirebon menjalani uji kompetensi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi SPA Nasional bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kementerian Pariwisata.

Pelaksanaan uji kompetensi yang berlangsung dua hari, Kamis-Jum’at (5-6/4) itu bertempat di Klinik Andaru SPA Cirebon yang telah ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).

Selama dua hari para terapis peserta uji kompetensi menjalani penilaian oleh tim asesor dari LSP SPA Nasional. Penilaian terhadap asesi (sebutan peserta yang mengikuti uji kompetensi) tersebut meliputi attitude, skill, dan knowledge.

Sebelumnya mereka terlebih dahulu diberi buku panduan tentang apa saja yang akan dilakukan dalam menjalani uji kompetensi ini. Mereka juga menjalani uji tertulis.

“Dalam penilaian uji kompetensi kami akan menilai 3 aspek, yaitu skill atau keterampilan, knowledge atau pengetahuannya, dan attitude yaitu melihat cara kerjanya. Kami sebagai asesor hanya merekam, melihat proses seorang asesi bekerja seperti di tempatnya bekerja,” jelas Drg Herniati A Purwandari selaku Kepala Bidang Standarisasi LSP SPA Nasional sekaligus asesor dalam pelaksanaan uji kompetensi ini.

Ketua LSP SPA Nasional, Anne Savitri mengatakan, uji kompetensi di Cirebon yang baru pertama kali dilaksanakan oleh LSP SPA Nasional mendapat antusias tinggi dari para peserta.

“Antusias dari para pesertanya di sini memang luar biasa. Mereka cukup sadar akan pentingnya sertifikasi. Dibanding dengan 3 tahun lalu sudah beda, dulu mereka belum tahu arti pentingnya sertifikasi karena takut dibajak dan dilihat tekniknya. Sekarang rupanya mereka sudah sadar akan pentingnya sertifikasi kompetensi,” ujarnya.

Secara nasional, LSP SPA Nasional menargetkan 2.200 terapis tersertifikasi di tahun 2017 ini. Jumlah tersebut merupakan jumlah berdasarkan kuota yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata.

Para peserta uji kompetensi yang masuk dalam kuota ini tidak dipungut biaya karena biaya mereka sudah ditanggung atau disubsidi oleh Kementerian Pariwisata.

“Kami punya target 2.200 secara nasional, dan di Jawa Barat ini targetnya 100 orang tersertifikasi. Dan 55 peserta ada di Cirebon, serta 45 peserta di Bandung,” jelasnya seraya mengatakan bagi yang belum mengikuti, kesempatan ini bisa mengikuti sertifikasi mandiri dengan biaya sendiri, dan bisa mengikuti gratis jika ada kuota lagi dari pemerintah.

Anne menjelaskan, benefit atau keuntungan yang didapat dari para peserta yang mengikuti sertifikasi kompetensi ini terutama bermanfaat bagi jenjang karir.

Selain itu juga dapat meningkatkan daya saing atau kompetisi. Terlebih lagi, lanjut Anne, saat ini sudah bisa pertukaran tenaga kerja antar negara di Asean.

“Jadi kita harus unggul. Apalagi di Asean sudah bisa pertukaran tenaga kerja. Jika tidak mempunyai sertifikat kompetensi, maka kita akan terlindas oleh mereka yang dari luar,” ujarnya.

Namun kata dia, tentunya mereka yang mendapat sertifikat kompetensi adalah mereka yang dinyatakan mempunyai kompeten dari 3 aspek penilaian yang mencakup skill, attitude dan knowledge tadi.

“Jika tiga hal itu belum diterapkan dengan baik apakah dinyatakan kompeten, kan tidak. Dari  situ kami akan melihat apakah mereka sudah kompeten di bidangnya, nanti asesor yang akan menilai,” pungkas Anne. (DRI)


Baca Juga

Komentar

Loading Komentar....