Curhatan Mereka yang Lahir di Tahun Kabisat

Redaksi : Iwan Surya Permana Selasa, 1 Maret 2016 | 01:20 WIB
Nawawi
Isoh Agnia Hanan.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Tanggal 29 Februari 2016 ternyata menjadi hari yang spesial bagi ibu muda Isoh Agnia Hanan (28), warga Desa Kalimaro, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon ini. Tahun ini adalah tahun ketujuh dirinya merayakan ulang tahun sepanjang tahun kabisat dalam kehidupannya.

Kepada fajarnews.com Isoh pun menceritakan suka duka terlahir di tanggal tersebut, sehingga hanya bisa merayakan ulang tahun empat tahun sekali. Ibu muda kelahiran Cirebon, 29 Februari 1988 ini, terkadang merasa iri dengan teman-temannya, lantaran tidak setiap tahun temannya memberi ucapan selamat ulang tahun tepat di hari lahirnya.

Ia bahkan kadang bertanya pada dirinya sendiri, kenapa tidak dilahirkan seperti orang lain yang setiap tahun bisa merayakan hari kelahirannya. “Tiap tahun gak ada tanggal 29 Februari, makanya gak ada yang ngucapin ultah ke saya. Saya sempat bertanya-tanya sendiri kenapa saya dilahirkan tidak seperti mereka, saya sangat menginginkan ada ucapan “barakallah fii' umrik” dari teman-teman setiap tahun padahal saya sangat merindukan itu, namun hal itu dikembalikan lagi mungkin Tuhan punya rencana lain,“ paparnya, Senin (29/2).

Namun demikian, kata dia, ada kehangatan tersendiri kala tahun kabisat tiba. Karena bukan hanya dirinya yang menantikan, tetapi juga teman, saudara, keluarga dan orang-orang terdekatnya. Sambutan dan ucapan ulang tahun yang diberikan mereka kepadanya membuat ia merasa lebih istimewa dari teman-teman yang biasa merayakan hari kelahirannya setiap tahun.

“Maklum mungkin karena pas hari kelahiran saya empat tahun sekali, saya juga ikut merasakan sambutan teman-teman, dan orang terdekat kita terasa sangat istimewa, mereka menantikan momen hari lahir saya jauh-jauh hari bahkan di awal tahun sudah mengingatkan kepada saya,“ jelasnya.

Karena dirayakan setiap empat tahun sekali, tak jarang dari teman-temannya mengadakan perayaan besar untuknya.

“Sebenarnya saya bukan tipe orang yang suka membesarkan momen hari lahir sendiri, tapi karena banyaknya ajakan dari rekan-rekan dan atas inisiatif saudara saya, paling momen itu dibesarkan sebatas jalan-jalan keluar dan makan bersama,“ terangnya.

Tak hanya itu, rekan kerjanya di SDIT Arrahmah, Desa Gebangkulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon pun banyak yang terharu dan bangga. Bahkan dua hari sebelum hari kelahirannya, tepat saat ada rapat persiapan UTS semester genap, kepala sekolah yang memimpin rapat sempat mengingatkan kalau tahun ini adalah tahun istimewa bagi dirinya.

“Pastinya saya di situ merasa terharu dan teristimewa karena tidak setiap tahun mereka ingat hari kelahiran saya,“ pungkasnya. 

Nawawi

 


Baca Juga

Komentar

Loading Komentar....