Alumni CIC Cirebon Ciptakan Blue Print 3D

Redaksi : Andriyana Selasa, 2 Februari 2016 | 00:05 WIB
DEDE
Indra Abdul Sofwan

Fajarnews.com, CIREBON- Indra Abdul Sofwan, salah satu alumni STMIK Catur Insan Cendekia (CIC) Cirebon berhasil membuat trobosan dengan menciptakan blue print printer 3D. Untuk pembuatan  blue print 3D ini, Indra Abdul Sofwan memerlukan waktu setahun untuk menyelesaikannya.

“Awalnya saya tertarik dalam membuat prototipe printer 3D itu setelah melihat Youtube. Saat itu, saya kagum dengan terobosan dari salah satu warga Tiongkok yang membuat rumah dengan menggunakan printer 3D. Dari situ saya mulai tertarik untuk melakukan, dan pada tahun 2013 saya berhasil menciptakan blue print ini,” ujar Indra Abdul Sofwan, sat ditemui fajarnews.com, Senin (1/2).

Indra yang saat itu mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di STMIK CIC tersebut mengawali niatnya dengan modal sendiri. Sembari itu, Indra mendalami desain 3 dimensi, belajar meng coding, dan mengkalibrasi dengan cara manual.
"Jenis printing yang saya buat jenis FDM dinamakan Rapid Replicating Prototipe (Reprap) dengan model Air Wolf," ujar dia.

Printer 3D hasil rakitannya ini, menurut Indra, adalah printer berdimensi panjang, tinggi dan lebar dengan 20 cm itu, dengan menghabiskan dana hingga Rp 6,7 juta. "File 3D sudah bisa di-print objek yang dituju juga 100 persen 3D, tergantung dari partisinya. Printer saya belum bisa mencetak dengan ukuran lebih besar dari hasil cetakan karena ukuran print juga kecil," jelas Indra.

Kesulitan utama yang dihadapinya dalam membuat prototipe print 3D adalah saat pengkalibrasian. Sebab, printer yang dibuat membutuhkan proses dan bukan produk rakitan.  "Printer ini belum banyak dipublikasikan. Paling di internal tertentu saja dan relasi pihak kampus. Selain itu, pengenalan printer 3D ini baru lewat workshop kampus saja," ujar Indra.

Sementara itu, pembuatan printer 3D ini mendapat sambutan baik dari sejumlah seniman Cirebon. Salah satunya Agung Sedayu. Agung mengatakan terobosan yang dibuat warga Cirebon itu cukup membantu kinerja para seniman. "Untuk produksi seni kerajinan yang bakal dijual bisa lewat printer 3D nantinya," sebut Agung.

Dia berharap, hasil karya mahasiswa CIC tersebut dapat memotivasi generasi muda Cirebon yang lain untuk terus berinovasi membuat karya yang lain. "Berharap printer 3D ini bisa diproduksi massal sehingga dapat memperkaya kreatifitas seni anak Cirebon," kata Agung. (DEDE)


Baca Juga

Komentar

Loading Komentar....